“Kamu tahu kenapa diberi nama Cinta, Cin?”
Sepasang mata bening Cinta mendongak menatap Emak penuh tanya. Tapi yang ditatap justru sedang menatap ke arah ombak pantai yang bergulung-gulung di hadapan mereka dengan sorot menerawang. Lalu Emak menunduk, tersenyum tipis. “Kamu tahu kenapa, Nak?”
Cinta menggeleng.
“Karena cintalah yang membuatmu terlahir ke dunia ini, Anakku. Kupatrikan dalam namamu agar kau mengerti alasanmu terlahir ke dunia ini.” Kata-kata Emak begitu lirih, seakan ia sendiri tak yakin akan semua yang dikatakannya sendiri.
“Tapi kenapa hanya Emak yang cinta padaku? Kenapa tidak Ayah, Mak?” cecar Cinta dengan mata yang masih bersisa airmata.
close
Cinta Untuk Cinta
“Kamu tahu kenapa diberi nama Cinta, Cin?”
Sepasang mata bening Cinta mendongak menatap Emak penuh tanya. Tapi yang ditatap justru sedang menatap ke arah ombak pantai yang bergulung-gulung di hadapan mereka dengan sorot menerawang. Lalu Emak menunduk, tersenyum tipis. “Kamu tahu kenapa, Nak?”
Cinta menggeleng.
“Karena cintalah yang membuatmu terlahir ke dunia ini, Anakku. Kupatrikan dalam namamu agar kau mengerti alasanmu terlahir ke dunia ini.” Kata-kata Emak begitu lirih, seakan ia sendiri tak yakin akan semua yang dikatakannya sendiri.
“Tapi kenapa hanya Emak yang cinta padaku? Kenapa tidak Ayah, Mak?” cecar Cinta dengan mata yang masih bersisa airmata.
Senin, Februari 01, 2016